-->

Showing posts with the label Puisi Cinta

Puisi Malam dan Kamu

Teruntuk malam Terima kasih telah tidak jadi kelam Hingga kesunyian dan kesepian pun padam Kau biarkan aku menyelam Menikmati alam Bersama sa…
muzhof
No comments

Nyanyian Sukma

Sanggar Kata | Puisi Cinta~Nyanyian Sukma Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku…
muzhof
No comments

Cinta Tak Bertulang (Pada Sebuah Senyuman)

Sanggar Kata | Puisi Apa aku salah dengar Atau memang tak menerima Kala senyum ternyata bahasa Perihnya kebohongan Kau ba…
Unknown
No comments

Kata Selembar Kertas Seputih Salju

Sanggar Kata~Puisi Cinta | Kahlil Gibran Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selaman…
muzhof
No comments

Mimpi

Sanggar Kata~Puisi Cinta | Kahlil Gibran Kala malam datang dan rasa kantuk membentangkan selimutnya di wajah bumi, aku bangun dan berjalan ke l…
muzhof
No comments

Cinta

Sanggar Kata~Puisi Cinta | Kahlil Gibran Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Itu …
muzhof
No comments

Sebutir Debu

Sanggar Kata ~ Puisi Cinta | Kahlil Gibran Adalah sebutir debu Meringkuk kedinginan, Mengitari bumi tanpa rona Selimut kecilnya tersapu ang…
muzhof
No comments

Surat jiwa

malam menggelora jiwa yang terbuang setelah cinta lepaslah kacamata minusmu padaku, padaku yang selalu sudi walau raga telah diurai de…
Unknown
No comments

Tanpa Kata

tanpa kata ku mengatakannya tanpa kata kau mendengarnya tanpa kata kuungkap tanpa kata kaurasa tanpa kata kutulis tanpa kata kaubaca kata …
muzhof
No comments

selamat malam

langit ditimpa malam indahkan pandangan dengan rembulan cahayanya yang indah mendarat bersama angin malam mungkin ini sajian pembuka darinya t…
Unknown
No comments

Kamus Cinta

Oleh : Rozi Kara Kuhadiahkan kamus ini untukmu Sebagai tanda bahwa bunga telah bersemi Genderang perang telah berbunyi Bermimpi Ash…
muzhof
No comments

Dini Hari di depan Tenda

Sebuah catatan pena dari Ilham Fauzi Dingin begitu menguasai malam Membekukan hati yang tak berpenghuni Hening makin menyelimuti udara…
muzhof
1 comment